Petunjuk:
1. Bacalah setiap kasus dengan cermat.
2. Jawablah pertanyaan dengan
alasan/penjelasan.
3. Gunakan bahasa teknis otomotif yang
tepat.
Soal:
1. Seorang siswa menemukan minyak rem dalam
reservoir sudah berwarna coklat gelap dan berkurang volumenya. Apa analisismu
terhadap kondisi ini, dan apa tindakan perawatan yang harus dilakukan?
2. Saat melakukan bleeding rem, pedal rem
terasa tetap empuk walaupun prosedur sudah diulang berkali-kali. Menurutmu, apa
penyebabnya dan bagaimana solusinya?
3. Dalam sebuah praktik, ditemukan selang
rem terdapat retakan kecil. Jelaskan potensi bahaya yang dapat terjadi jika
kendaraan tetap digunakan, serta langkah yang seharusnya diambil.
4. Jika terdapat udara di dalam sistem rem
hidrolik, bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja sistem rem? Berikan penjelasan
teknisnya.
5. Seorang pengendara mengeluh rem
kendaraannya blong setelah melewati jalan menurun panjang. Analisis kemungkinan
penyebabnya dari sudut pandang sistem rem hidrolik.
6. Pada saat pemeriksaan, volume minyak rem
normal, tetapi kendaraan tetap mengalami kehilangan daya pengereman. Komponen
apa saja yang perlu diperiksa lebih lanjut?
7. Jelaskan bagaimana prinsip kerja Pascal
(tekanan fluida) diterapkan pada sistem rem hidrolik kendaraan.
8. Jika minyak rem terkontaminasi air,
bagaimana dampaknya terhadap sistem rem? Jelaskan secara ilmiah.
9. Dalam praktik bengkel, satu kelompok
siswa melakukan perawatan tanpa menggunakan APD (sarung tangan/kacamata).
Identifikasi risiko yang mungkin terjadi dan berikan rekomendasi K3 yang benar.
10. Buatlah prosedur singkat perawatan
sistem rem hidrolik secara sistematis mulai dari pemeriksaan awal sampai uji
hasil pengereman.
Kunci Jawaban / Pembahasan Singkat
1. Minyak rem kotor → sudah terkontaminasi
& menurun kualitasnya → harus diganti dengan yang baru + dilakukan
bleeding.
2. Kemungkinan masih ada udara di saluran,
kebocoran di selang/master cylinder → solusinya periksa kebocoran,
perbaiki/ganti komponen rusak lalu ulangi bleeding.
3. Retakan selang → risiko kebocoran minyak
rem, rem bisa gagal total → tindakan: ganti selang baru sesuai standar.
4. Udara dapat dimampatkan → tekanan dari
pedal tidak tersalurkan penuh → rem menjadi blong/empuk.
5. Minyak rem overheat (vapour lock) →
terbentuk gelembung uap → tekanan tidak tersalurkan → solusi: gunakan minyak
rem sesuai spesifikasi, periksa sistem pendinginan rem.
6. Periksa master cylinder, wheel
cylinder/caliper, seal-seal, dan piston apakah bocor/aus.
7. Prinsip Pascal → tekanan pada fluida
diteruskan sama besar ke segala arah → gaya kecil di pedal berubah menjadi gaya
besar pada kampas rem.
8. Air menurunkan titik didih minyak rem →
mudah menguap saat panas → terbentuk uap → rem gagal bekerja.
9. Risiko: kulit iritasi, mata terkena
percikan minyak rem → K3: wajib gunakan sarung tangan, kacamata safety, dan
bersihkan area kerja.
10. Prosedur singkat: Periksa reservoir
minyak rem → Cek kondisi selang & komponen → Bersihkan/isi ulang minyak rem
→ Lakukan bleeding rem → Uji coba pengereman (jalan lurus pelan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar