Sabtu, 13 September 2025

Soal HOTS – Perawatan Sistem Rem Hidrolik (TKR XI)

 

Petunjuk:

1. Bacalah setiap kasus dengan cermat.

2. Jawablah pertanyaan dengan alasan/penjelasan.

3. Gunakan bahasa teknis otomotif yang tepat.

Soal:

1. Seorang siswa menemukan minyak rem dalam reservoir sudah berwarna coklat gelap dan berkurang volumenya. Apa analisismu terhadap kondisi ini, dan apa tindakan perawatan yang harus dilakukan?

2. Saat melakukan bleeding rem, pedal rem terasa tetap empuk walaupun prosedur sudah diulang berkali-kali. Menurutmu, apa penyebabnya dan bagaimana solusinya?

3. Dalam sebuah praktik, ditemukan selang rem terdapat retakan kecil. Jelaskan potensi bahaya yang dapat terjadi jika kendaraan tetap digunakan, serta langkah yang seharusnya diambil.

4. Jika terdapat udara di dalam sistem rem hidrolik, bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja sistem rem? Berikan penjelasan teknisnya.

5. Seorang pengendara mengeluh rem kendaraannya blong setelah melewati jalan menurun panjang. Analisis kemungkinan penyebabnya dari sudut pandang sistem rem hidrolik.

6. Pada saat pemeriksaan, volume minyak rem normal, tetapi kendaraan tetap mengalami kehilangan daya pengereman. Komponen apa saja yang perlu diperiksa lebih lanjut?

7. Jelaskan bagaimana prinsip kerja Pascal (tekanan fluida) diterapkan pada sistem rem hidrolik kendaraan.

8. Jika minyak rem terkontaminasi air, bagaimana dampaknya terhadap sistem rem? Jelaskan secara ilmiah.

9. Dalam praktik bengkel, satu kelompok siswa melakukan perawatan tanpa menggunakan APD (sarung tangan/kacamata). Identifikasi risiko yang mungkin terjadi dan berikan rekomendasi K3 yang benar.

10. Buatlah prosedur singkat perawatan sistem rem hidrolik secara sistematis mulai dari pemeriksaan awal sampai uji hasil pengereman.

Kunci Jawaban / Pembahasan Singkat

1. Minyak rem kotor → sudah terkontaminasi & menurun kualitasnya → harus diganti dengan yang baru + dilakukan bleeding.

2. Kemungkinan masih ada udara di saluran, kebocoran di selang/master cylinder → solusinya periksa kebocoran, perbaiki/ganti komponen rusak lalu ulangi bleeding.

3. Retakan selang → risiko kebocoran minyak rem, rem bisa gagal total → tindakan: ganti selang baru sesuai standar.

4. Udara dapat dimampatkan → tekanan dari pedal tidak tersalurkan penuh → rem menjadi blong/empuk.

5. Minyak rem overheat (vapour lock) → terbentuk gelembung uap → tekanan tidak tersalurkan → solusi: gunakan minyak rem sesuai spesifikasi, periksa sistem pendinginan rem.

6. Periksa master cylinder, wheel cylinder/caliper, seal-seal, dan piston apakah bocor/aus.

7. Prinsip Pascal → tekanan pada fluida diteruskan sama besar ke segala arah → gaya kecil di pedal berubah menjadi gaya besar pada kampas rem.

8. Air menurunkan titik didih minyak rem → mudah menguap saat panas → terbentuk uap → rem gagal bekerja.

9. Risiko: kulit iritasi, mata terkena percikan minyak rem → K3: wajib gunakan sarung tangan, kacamata safety, dan bersihkan area kerja.

10. Prosedur singkat: Periksa reservoir minyak rem → Cek kondisi selang & komponen → Bersihkan/isi ulang minyak rem → Lakukan bleeding rem → Uji coba pengereman (jalan lurus pelan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar